Polemik Jakarta Tak Hentikan Langkah Gibran, Sambutan Hangat Warga Sulbar Warnai Kunjungan

oleh
Wapres Gibran Rakabuming Raka saat menanam pohon mangga di Tamalea, Mamuju

Ia kemudian melanjutkan dengan pantun, “100 tahun Injil masuk Kalumpang, imannya tumbuh, toleransinya matang.”

Gibran juga mencoba menyapa masyarakat menggunakan bahasa lokal. Ia sempat meminta maaf apabila pengucapannya belum sempurna karena baru pertama kali berkunjung ke wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Gibran menyampaikan salam hangat Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat Sulbar. Ia juga menekankan bahwa perayaan tersebut bukan hanya berkaitan dengan kehidupan keagamaan, melainkan juga menyangkut kebudayaan, tradisi, serta upaya menjaga alam.

BACA JUGA:  Danrem 142/Tatag Pimpin Upacara HUT Ke-81 TNI, Teguhkan Semangat TNI Kuat Bersama Rakyat

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan, Gibran menandatangani prasasti dan melakukan penanaman bibit pohon mangga.

Sambutan masyarakat sepanjang kunjungan menjadi gambaran interaksi langsung antara pejabat negara dan warga di daerah.

Namun, lebih dari sekadar suasana penyambutan, kunjungan kerja tersebut membawa pesan penting mengenai kehadiran pemerintah dalam melihat persoalan masyarakat secara langsung.

BACA JUGA:  Korupsi Bansos Covid-19 Rp 11,7 Miliar, Polda Sulbar Tersangkakan Korda BPNT Polman

Kerusakan sekolah, kebutuhan fasilitas kesehatan, akses wilayah, hingga persoalan petani merupakan isu konkret yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut pemerintah.

Di tengah berbagai polemik politik, agenda seperti ini mengingatkan bahwa pekerjaan pemerintahan tidak boleh berhenti pada perdebatan di ruang publik. Masyarakat di daerah tetap menunggu solusi atas persoalan sehari-hari yang mereka hadapi.

BACA JUGA:  Bapenda Sulbar Bersama Ditlantas dan Jasa Raharja Gelar Operasi Penertiban Pajak Kendaraan di Mamuju

Bagi warga Mamasa dan Mamuju, kunjungan Wakil Presiden menjadi kesempatan menyampaikan aspirasi secara langsung.

Sementara bagi pemerintah, momentum tersebut semestinya menjadi pintu masuk untuk memastikan persoalan yang ditemukan di lapangan ditangani melalui kebijakan dan program yang nyata.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.