“Kami latihan dari hari-hari sebelumnya. Kami berusaha untuk tampil maksimal, walaupun saat itu kami juga mengikuti TKA. Namun, kami tetap menyempatkan waktu untuk latihan,” tuturnya.
Di balik antusiasmenya menyambut peringatan satu abad IMTK, Airin juga menyampaikan harapan bagi masa depan kampung halamannya.
Ia berharap kehadiran Wakil Presiden dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan di wilayah Tanah Kalumpang, khususnya terkait infrastruktur yang hingga kini dinilai masih terbatas.
Menurut Airin, akses jalan raya dan jaringan komunikasi menjadi beberapa hal yang perlu mendapat perhatian agar kehidupan masyarakat setempat semakin berkembang.
“Harapan saya ke depannya, kondisi infrastruktur di kampung kami yang saat ini masih terbatas dan sangat minim bisa semakin berkembang, baik jalan raya maupun jaringan komunikasi,” harap Airin.
Bagi Airin dan generasi muda Tamalea, peringatan 100 tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang bukan sekadar seremoni mengenang perjalanan sejarah.
Momentum ini juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengambil bagian dalam menjaga tradisi, memperkenalkan budaya lokal, sekaligus menyuarakan harapan bagi kemajuan kampung halaman mereka.




