Satu Abad Injil di Tanah Kalumpang, Napak Tilas Sejarah hingga Pagelaran Budaya Digelar

oleh
Peserta 100 Tahun IMTK menunggu kedatangan Wapres Griban Rakabuming

MERDEKAWATCH.COM, MAMUJU – Masyarakat di Tahan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), bersiap memperingati satu abad masuknya Injil ke Tanah Kalumpang melalui rangkaian kegiatan sejarah, keagamaan, seni, dan budaya yang dipusatkan di Tamalea Baru, pada 27 Oktober hingga 2 November 2026.

Perayaan 100 Tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang (IMTK) ini menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan sejarah leluhur sekaligus memperkuat identitas masyarakat Kalumpang di tengah keberagaman budaya.

Ketua Panitia 100 Tahun IMTK, Amri Ekasakti mengatakan, peringatan tersebut berangkat dari sejarah seorang tokoh adat atau Tobara Tamalea ke-22 yang memiliki niat menerima Injil pada 1926.

BACA JUGA:  APBD Sulbar 2027 Mulai Dibahas, Proyeksi Pendapatan Rp 1,9 Triliun, Target PAD Rp 738 Miliar

Seratus tahun kemudian, masyarakat Kalumpang kembali mengenang peristiwa bersejarah tersebut melalui perayaan satu abad pada 2026.

Menurut Amri, berbagai kegiatan telah dirancang untuk menghubungkan generasi sekarang dengan sejarah awal masuknya Injil ke wilayah tersebut.

Salah satu kegiatan utama adalah napak tilas sejarah untuk mengenang perjalanan leluhur dalam menerima Injil. Kegiatan ini dilakukan di makam leluhur, yakni Rinding Batu Pongkapadang, yang dikenal dengan gelar Tosondo Dilangi atau Toibala Bassi.

BACA JUGA:  BPK Temukan Sisa Transfer Pusat Tak Tercermin di Kas Pemkab Polman Rp 2,85 Miliar

“Napak tilas ini bertujuan agar kita lebih dekat dengan sejarah awal, mengenang perjalanan dan perjuangan leluhur dalam menerima Injil di Tanah Kalumpang,” ujar Amri.

Selain kegiatan sejarah, panitia juga menggelar kegiatan peningkatan iman melalui kebaktian penyegaran iman yang dipimpin Pendeta Yandi Manobe. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari refleksi spiritual masyarakat dalam memperingati perjalanan iman selama satu abad.

BACA JUGA:  Selamatkan Diri dari Penculikan, Seorang Remaja Putri Asal Mateng Loncat dari Motor

Rangkaian perayaan juga diisi dengan pagelaran seni dan budaya sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur yang tidak hanya berperan dalam sejarah penerimaan Injil, tetapi juga mempertahankan adat dan tradisi masyarakat Kalumpang.

Berbagai pertunjukan disiapkan, termasuk tarian kolosal, tarian massal, serta Tari Sayo yang merupakan salah satu tarian adat masyarakat Kalumpang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.