Satu Abad Injil di Tanah Kalumpang, Napak Tilas Sejarah hingga Pagelaran Budaya Digelar

oleh
Peserta 100 Tahun IMTK menunggu kedatangan Wapres Griban Rakabuming

Amri menjelaskan, pertunjukan tersebut menjadi simbol upaya menyelaraskan adat dan iman, sekaligus menunjukkan bahwa kehidupan beragama dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian tradisi leluhur.

“Kami ingin mengenang orang tua dan leluhur sebagai tokoh adat yang mempertahankan budaya pada masa penerimaan Injil masuk Tanah Kalumpang. Melalui seni dan budaya, kami ingin menunjukkan bahwa adat dan iman dapat berjalan selaras,” jelasnya.

Tidak hanya menampilkan pertunjukan, perayaan satu abad Injil juga menghadirkan pameran seni dan budaya, khususnya kekayaan budaya masyarakat Kalumpang.

BACA JUGA:  Petani 75 Tahun Ditemukan Tewas di Tengah Kebun, Polres Polman Olah TKP

Menurut Amri, kegiatan tersebut memiliki arti strategis untuk memperkenalkan identitas Kalumpang kepada masyarakat luas. Selama ini, Kalumpang berada di antara dua kawasan budaya besar, yakni Toraja dan Mamasa, sehingga kekhasan sejarah dan kebudayaannya dinilai belum mendapatkan ruang pengenalan yang memadai.

“Kami ingin mengangkat citra kebudayaan orang Kalumpang. Kami diapit oleh dua suku yang sangat besar, yaitu Toraja dan Mamasa. Karena itu, terkadang identitas Kalumpang tenggelam dalam euforia kekuatan dua budaya tersebut,” ungkap Amri.

BACA JUGA:  Jumlah ATS di Sulbar Berkurang dari 34.000 Menjadi 23.231

Melalui pameran seni dan budaya, panitia berharap masyarakat semakin mengenal bahwa Kalumpang memiliki sejarah, tradisi, dan karakter kebudayaan tersendiri yang patut dihargai serta dilestarikan.

Selain itu, sejumlah perlombaan olahraga, kesenian berbasis budaya, dan kegiatan kerohanian juga digelar untuk melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan.

Amri menegaskan, keseluruhan rangkaian kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi perayaan seremonial, melainkan bagian dari upaya merawat sejarah, mengembangkan kehidupan keagamaan, dan menjaga kebudayaan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

BACA JUGA:  TKD Sulbar Dipangkas Rp156 Miliar, Gubernur SDK: Yang Penting Pembangunan Tetap Turun ke Daerah

“Kami berharap nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan satu abad ini dapat menjadi sarana pemersatu masyarakat di tengah kehidupan yang majemuk,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.