“Tanah Kalumpang adalah tanah leluhur dengan budaya yang sudah tua di Sulawesi Barat. Masyarakatnya sangat kultural, toleran, dan memiliki budaya yang lembut,” ujarnya.
Salah satu persoalan utama yang disampaikan Suhardi Duka kepada Wakil Presiden adalah keterbatasan akses jalan menuju Kalumpang. Ia mengakui, dengan kemampuan anggaran yang dimiliki pemerintah provinsi saat ini, pembangunan jalan hanya dapat dilakukan secara terbatas, sekitar 2 hingga 3 kilometer setiap tahun.
Kondisi tersebut membuat penyelesaian akses jalan menuju Kalumpang membutuhkan waktu panjang apabila hanya mengandalkan kemampuan anggaran daerah.
“Jalannya belum sampai. Kami di provinsi hanya mampu membangun sekitar 2 sampai 3 kilometer dalam satu tahun. Kalau tidak ada bantuan dari Bapak Wakil Presiden untuk menyelesaikan akses menuju Kalumpang dan desa-desa lainnya, saya kira sampai masa jabatan saya berakhir, jalan itu belum tentu selesai,” kata Suhardi Duka.
Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan lebih besar untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut, termasuk sarana dan prasarana pemerintahan lainnya.
Menurutnya, masyarakat Kalumpang juga layak mendapatkan perhatian melalui pemerataan pembangunan, mengingat wilayah tersebut memiliki kontribusi dalam perjalanan demokrasi nasional.










