”Penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Kesiapsiagaan, pemantauan lingkungan, edukasi, serta koordinasi lintas sektor sangat penting untuk mengurangi risiko bencana,” ujar Yasir Fattah, Jumat (23/10/2026).
Ia menegaskan, langkah BPBD Sulbar tetap berpedoman pada arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana untuk memperkuat mitigasi, meningkatkan koordinasi antarperangkat daerah, dan melindungi masyarakat.
Berdasarkan keterangan Menko PMK Sugiono, dana bantuan pusat diprioritaskan untuk perlindungan masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan dan sarana pemulihan seperti masker, oksigen portabel, fasilitas rumah oksigen, serta penanganan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Selain itu, anggaran digunakan untuk mendukung operasi pemadaman melalui penyediaan alat pelindung diri (APD) petugas, pompa dan tangki air, selang pemadaman, peralatan penyuntikan air lahan gambut, pembangunan sumur bor, hingga mobilisasi personel.
Secara nasional, pemerintah pusat mencatat sekitar 71.000 personel telah dikerahkan dalam operasi darat dan udara, termasuk pengerahan helikopter water bombing dan teknologi modifikasi cuaca. (*)










