MERDEKAWATCH.COM, MAMUJU – Merespons laporan tersebut, Kepala Sekolah (Kepala SRD SRMP) Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulawesi Barat, Dauliah Tasdir membantah adanya aksi pengeroyokan maupun bullying di lingkungan sekolahnya.
Menurut Dauliah, berdasarkan keterangan para saksi yang dikumpulkan pihak sekolah, peristiwa yang terjadi pada Sabtu 19 September 2026 malam di asrama tersebut merupakan perkelahian satu lawan satu antar-siswa.
“Keterangan yang kami dapat itu bukan dikeroyok. Mereka berkelahi satu lawan satu, itu berdasarkan saksi juga,” ujar Dauliah Tasdir saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan awal mula kejadian tersebut terungkap saat wali asuh mengecek kondisi korban.
“Saat bertemu dengan wali asuhnya, wali asuhnya menanyakan kenapa mukanya. Jawabannya anak ini jatuh dari tangga. Namun setelah orang tuanya datang dan menanyakan kembali, baru anak itu mengaku berkelahi. Berkelahi antar-anak, tidak dikeroyok,” jelasnya.









