Bantah Ada Pengeroyokan Siswa Sekolah Rakyat di Mamuju, Kepala Sekolah: Kami Sudah Berusaha untuk Mediasi

oleh

Dauliah menambahkan, pada Senin 21 September 2026, pihak wali asuh sebenarnya berniat membawa korban ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis. Namun, orang tua korban langsung menjemput dan membawa anak tersebut pulang ke rumah.

Mengenai langkah hukum yang ditempuh keluarga korban ke Polresta Mamuju, Dauliah menegaskan, pihak sekolah menghormati proses tersebut dan akan bersikap kooperatif.

BACA JUGA:  Sarasehan Organda Korwil V Digelar di Mamuju, Transportasi Disebut Berkontribusi pada Ekonomi Sulbar

“Kalau mengenai laporan ke polisi, kami tidak punya kapasitas untuk melarang. Tapi kami akan kooperatif. Kalau ditanyakan, kami akan menjawab sesuai keterangan yang kami ketahui,” tutur Dauliah.

Ia juga menambahkan bahwa pihak sekolah sebelumnya telah berupaya melakukan mediasi serta menawari bantuan biaya pengobatan bagi korban.

“Kami sudah berusaha untuk mediasi bersama keluarganya. Mengenai pengobatan juga sudah kami sampaikan, kalau ada biaya seperti transportasi ke rumah sakit atau nota pembelian obat di apotek, bisa diperlihatkan ke kami dan sekolah akan mengganti sesuai prosedur,” pungkasnya. (eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.