DKPPKB Sulawesi Barat mengingatkan masyarakat untuk mengenali tanda bahaya akibat paparan asap, seperti sesak berat, sulit bernapas, nyeri dada, anak tampak lemas, atau kondisi kesehatan yang semakin memburuk. Jika tanda tersebut muncul, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.
Selain melindungi diri dari paparan asap, masyarakat juga diajak mengambil bagian dalam pencegahan karhutla dengan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Upaya menjaga kualitas udara, mengurangi paparan asap, menggunakan masker saat diperlukan, serta menjaga lingkungan menjadi bagian penting dalam melindungi kesehatan bersama.
Menurut Nursyamsi, perlindungan kesehatan masyarakat membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah kabupaten, hingga masyarakat perlu bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan, sehingga dampak karhutla terhadap kesehatan dapat diminimalkan. (*)










