Sulbar Miliki Potensi Besar Lahan Transmigrasi: Gubernur Suhardi Duka Paparkan Rencana Pengembangan

oleh

Sulbar surplus sumber daya alam dan lahan pertanian, namun minim modal dan tenaga ahli lini bisnis tersertifikasi sebagai leader.

Selain itu, Suhardi Duka menuturkan, sejak 1981 hingga 2024, Sulbar telah membangun 81 Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) yang tersebar di enam kabupaten. Total sebanyak 24.787 kepala keluarga telah ditempatkan.

Jumlah jiwa yang menghuni kawasan transmigrasi itu mencapai 98.929 orang. Terbesar berada di Kabupaten Mamuju Tengah dengan 11.230 KK dan 43.638 jiwa di 34 UPT, termasuk Kota Terpadu Mandiri (KTM) Tobadak.

BACA JUGA:  Di HUT Ke 22 Sulbar, Suhardi Duka Ungkap Pengangguran Turun, Tapi Pekerjaan Layak Masih Jadi PR Sulbar

Di Pasangkayu, transmigrasi dimulai sejak 1982 dengan total 5.522 KK dan 22.620 jiwa di 18 UPT. Mamuju sendiri punya 19 UPT dengan 6.760 KK dan 27.570 jiwa, penempatan berlangsung dari 1981 hingga 2016.

Di Kabupaten Mamasa, transmigrasi berlangsung dari 2007 sampai 2022. Sebanyak 700 KK dengan total 2.734 jiwa ditempatkan di 4 UPT.

BACA JUGA:  BPKAD Sulbar Serahkan Dokumen Ranperda dan Ranpergub Perubahan APBD 2026 ke Kemendagri untuk Dievaluasi

Sementara di Kabupaten Majene, penempatan dilakukan antara tahun 2004 hingga 2018. Jumlah KK yang diterima sebanyak 350 dengan total 1.486 jiwa di 3 UPT.

Adapun di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), program transmigrasi berjalan dari 2007 hingga 2019. Sebanyak 225 KK atau 881 jiwa menghuni 3 UPT.

Pembangunan transmigrasi ini turut mendorong terbentuknya daerah baru di Sulbar. Tercatat 78 desa, 12 kecamatan, dan 2 kabupaten baru telah terbentuk, yakni Kabupaten Pasangkayu dan Mamuju Tengah. (Rls)

BACA JUGA:  TAPD Sulbar Dampingi Sekda Hadiri Rapat Paripurna Persetujuan Bersama Perubahan APBD 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.